Airlangga Ajak Investor China Garap PLTS 100 GW di Indonesia

Nasional 18 Jul 2026 20:13 3 min read 29 views By Nicko
Airlangga Ajak Investor China Garap PLTS 100 GW di Indonesia
Perkuat Industri Panel Surya Nasional

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengundang perusahaan-perusahaan asal China untuk meningkatkan investasi dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan guna mendukung target pemerintah membangun kapasitas PLTS hingga 100 gigawatt (GW).

 

Ajakan tersebut disampaikan Airlangga saat bertemu Menteri Perdagangan China Wang Wentao di Shanghai, Jumat (17/7/2026). Pertemuan itu membahas penguatan kemitraan ekonomi strategis Indonesia–China di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, kawasan ekonomi, ekonomi digital, hingga energi terbarukan.

 

Airlangga mengatakan, Indonesia membuka peluang investasi yang lebih luas di sektor energi bersih. Menurutnya, keterlibatan investor China sangat penting untuk mempercepat transisi energi nasional sekaligus memperkuat industri panel surya dalam negeri.

 

 

Perkuat Industri Panel Surya Nasional

 

Pemerintah juga mengapresiasi investasi China dalam pembangunan PLTS Terapung Cirata yang dinilai menjadi contoh keberhasilan kerja sama kedua negara di bidang energi terbarukan.

 

Namun demikian, Airlangga menilai industri panel surya di Indonesia masih perlu diperkuat agar mampu membangun rantai pasok yang lebih lengkap dan terintegrasi.

"Penguatan industri panel surya perlu diarahkan untuk membangun rantai pasok tenaga surya yang lebih komprehensif di dalam negeri," ujarnya.

 

Dengan rantai pasok yang kuat, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat produksi berbagai komponen industri tenaga surya.

 

Perdagangan Indonesia–China Terus Tumbuh

 

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga juga menyoroti hubungan ekonomi Indonesia dan China yang terus berkembang.

 

Sepanjang 2025, nilai perdagangan kedua negara mencapai sekitar US$154,6 miliar atau setara Rp2.773 triliun. Selama lima tahun terakhir, perdagangan bilateral tumbuh rata-rata 7,24 persen, menjadikan China sebagai mitra dagang utama Indonesia.

 

Di sektor investasi, China juga masuk dalam tiga besar investor asing di Indonesia dengan realisasi investasi hampir US$8,1 miliar atau sekitar Rp145,3 triliun pada 2025. Investasi tersebut tersebar di sektor industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, transportasi, dan pergudangan.

 

 

Dorong Investasi Berkualitas dan Hilirisasi

 

Pemerintah Indonesia juga mendorong peningkatan kualitas perdagangan melalui perluasan akses pasar bagi produk nasional, peningkatan ekspor bernilai tambah, serta penguatan program hilirisasi industri.

 

Dalam upaya tersebut, Danantara Indonesia diharapkan dapat menjadi mitra strategis bagi investor China untuk mempercepat masuknya investasi berkualitas pada berbagai proyek prioritas nasional.

 

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok industri, mempercepat transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja baru, serta menghasilkan perdagangan bilateral yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

 

 

Indonesia Usulkan Sekretariat RCEP

 

Selain membahas investasi, Airlangga juga meminta dukungan China terhadap rencana pembentukan Sekretariat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di Indonesia.

 

Menurutnya, sekretariat permanen diperlukan untuk meningkatkan koordinasi antarnegara anggota, memperkuat implementasi perjanjian perdagangan, serta memaksimalkan pemanfaatan fasilitas RCEP bagi dunia usaha.

 

Indonesia juga mendorong pengembangan RCEP 3.0 agar kerja sama ekonomi kawasan tetap relevan menghadapi tantangan perdagangan global, transformasi digital, perubahan rantai pasok dunia, serta semakin memperkuat posisi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional.

Penulis: Nicko 

Chat with us on WhatsApp