HIPKA Kaltim: Saatnya Pengusaha Lokal Jadi Tuan Rumah

Provinsi Kaltim 17 Jun 2026 20:28 3 min read 60 views By Grace
HIPKA Kaltim: Saatnya Pengusaha Lokal Jadi Tuan Rumah
Ketergantungan pasokan dari luar daerah masih tinggi, peluang IKN harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi dan daya saing pengusaha Kalimantan Timur

SAMARINDA – Ketua Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kalimantan Timur, Salman Farisi, mengajak para pelaku usaha daerah untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi Kaltim. Menurutnya, momentum hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) harus menjadi kesempatan emas bagi pengusaha lokal untuk menjadi pemain utama di daerah sendiri.

Hal itu disampaikannya saat pelantikan pengurus HIPKA Kaltim yang dirangkai dengan workshop penguatan ekosistem bisnis dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah mitra strategis di Hotel Claro Pandurata Samarinda, Rabu (17/6).

Dalam kesempatan tersebut, Salman menyoroti tingginya ketergantungan Kalimantan Timur terhadap pasokan barang dan jasa dari luar daerah. Ia menyebut lebih dari 90 persen kebutuhan pembangunan di Kaltim masih didatangkan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi.

“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengusaha daerah. Jangan sampai pembangunan yang berlangsung besar-besaran di Kalimantan Timur justru lebih banyak dinikmati oleh pelaku usaha dari luar,” ujarnya.

Menurut Salman, kondisi tersebut harus dijawab dengan membangun ekosistem usaha yang kuat dan terintegrasi, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Karena itu, HIPKA Kaltim menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dalam forum workshop guna mencari solusi konkret untuk memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kemandirian sektor usaha lokal.

Ia menegaskan, pelantikan pengurus HIPKA bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan awal komitmen untuk berkontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi Kalimantan Timur.

“HIPKA siap menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing pengusaha daerah,” katanya.

Salman menilai kehadiran IKN dan berbagai proyek strategis nasional telah membuka peluang ekonomi yang sangat besar. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila pelaku usaha lokal memiliki kapasitas, jaringan, serta akses yang memadai terhadap pasar dan pembiayaan.

“Kita tidak boleh menjadi penonton di rumah sendiri. Pengusaha Kaltim harus menjadi tuan rumah yang mampu mengambil bagian dalam rantai pasok pembangunan daerah,” tegasnya.

Selain itu, HIPKA Kaltim juga berkomitmen menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan pelajar dan mahasiswa. Organisasi tersebut ingin mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Menurutnya, masa depan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang inovatif dan produktif.

HIPKA juga menargetkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat naik kelas melalui peningkatan kapasitas usaha, akses pembiayaan, digitalisasi pemasaran, serta kemitraan yang berkelanjutan.

“Usaha mikro harus tumbuh menjadi usaha kecil, usaha kecil menjadi usaha menengah, dan usaha menengah berkembang menjadi usaha yang mampu bersaing secara nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Ke depan, HIPKA Kaltim akan fokus membangun ekosistem bisnis di berbagai sektor potensial, mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, energi, kesehatan, pendidikan, konstruksi, logistik, pariwisata hingga ekonomi kreatif.

“Dengan kolaborasi yang kuat, saya optimistis pengusaha Kalimantan Timur bisa naik kelas bersama-sama dan menjadi kekuatan utama dalam pembangunan daerah,” tutup Salman.

Chat with us on WhatsApp